WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Rabu, 21 Januari 2009
Rabu, 07 Januari 2009
Ini Dia Sasaran Tembak Israel: (Yang Katanya) Teroris HAMAS
Jumat, 02 Januari 2009
Lautan Putih Massa Solidaritas Palestina
Selasa, 30 Desember 2008
10 Ribu Pandu Keadilan Demo Kedubes AS
10 Thousands Scout Of PKS gathered infront of US Embassy to protest US & Israel. Israel attacked GAZA by air and killed over 370 people and more than 1400 injured of Palestinians so far. Now Israel is preparing their tanks & troops to enter GAZA. PKS will send some volunteer (most of them are doctors) to the border of Palestina.














Senin, 29 Desember 2008
GAZA DIBOMBARDIR ISRAEL
Sejak Jum'at malam 26 Des 2008 Gaza yang dikuasai HAMAS (setelah diembargo secara tidak manusiawi oleh Israel) dibombardir habis-habisan oleh pesawat-pesawat tempur Israel.
Sampai Senin Malam 29 Des, tercatat tidak kurang dari 315 orang tewas & lebih dari 1000 orang terluka dan tidak ada tanda-tanda penyerangan akan berakhir. Israel malah menyiapkan angkatan daratnya untuk memasuki GAZA.
Ditengah-tengah kecaman masyarakat dunia, seperti biasa Amerika sang pembela HAM malah membela Israel atas pembantaian ini.
Jumat, 26 Desember 2008
Kata-Kata Mengisi Dunia (makna pertama)
Kata-kata mengisi dunia. Saya baru beberapa minggu mendapatkan ungkapan ini. Ungkapan ini memberikan saya inspirasi yang sangat banyak dan terus terang saya merasa ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan saya dan kehidupan seluruh manusia. Inilah yang membuat saya menjadikannya sebagi judul blog saya. Makna apa sajakah yang ada di balik ungkapan itu?
Makna pertama: sesungguhnya dunia ini menjadi lebih berwarna dengan kata-kata. Saat anda mendengarkan dunia dalam berita di layar kaca, wajah dunia terbentuk dalam pikiran anda melalui kata-kata yang keluar dari berita tersebut. Hal yang sama terjadi saat anda membaca koran, majalah atau buku. Cerita sejarah yang ditulis juga sangat menentukan wajah dunia saat ini, begitu juga wajah sebuah negara, kebudayaan, tokoh, dll. Sejarah yang anda baca menentukan citra anda terhadap semua itu. Dan yang perlu dicatat ada banyak sekali versi penulisan sejarah. Bayangkan bila anda membaca versi yang ternyata tidak real. O ya, sejarah dalam bahasa inggris disebut "History", sebagian orang mengatakan itu berasal dari kata "His Story" sepertinya mereka punya alasan yang cukup kuat untuk menyebutnya demikian. :)
Makna yang lain: bersambung ke postingan berikutnya yach. :D Sori... need to do something. :D
Bagi yang mau menambahkan makna lainnya monggo ditulis di comment....
Makna pertama: sesungguhnya dunia ini menjadi lebih berwarna dengan kata-kata. Saat anda mendengarkan dunia dalam berita di layar kaca, wajah dunia terbentuk dalam pikiran anda melalui kata-kata yang keluar dari berita tersebut. Hal yang sama terjadi saat anda membaca koran, majalah atau buku. Cerita sejarah yang ditulis juga sangat menentukan wajah dunia saat ini, begitu juga wajah sebuah negara, kebudayaan, tokoh, dll. Sejarah yang anda baca menentukan citra anda terhadap semua itu. Dan yang perlu dicatat ada banyak sekali versi penulisan sejarah. Bayangkan bila anda membaca versi yang ternyata tidak real. O ya, sejarah dalam bahasa inggris disebut "History", sebagian orang mengatakan itu berasal dari kata "His Story" sepertinya mereka punya alasan yang cukup kuat untuk menyebutnya demikian. :)
Makna yang lain: bersambung ke postingan berikutnya yach. :D Sori... need to do something. :D
Bagi yang mau menambahkan makna lainnya monggo ditulis di comment....
Selasa, 23 Desember 2008
Blogging: Antara Wish List & Intention
Bismillahir rahmanir rahiim.
Alhamdulillah, setelah bertahun-tahun niat untuk membuat blog, akhirnya niat tsb kesampaian juga saat ini. Mas Nukman yang sangat concern dengan per-blog-an sempat menagih niat saya. Blog ini saya niatkan untuk mengarsipkan tulisan-tulisan saya yang selama ini hanya berserakan di beberapa milis yang saya ikut atau juga untuk mendokumentasikan fikiran-fikiran saya yang saya anggap cukup berharga (setidaknya untuk konsumsi saya pribadi) yang insya Allah bermanfaat di waktu mendatang, yang bila tidak ditulis kemungkinan besar akan menguap begitu saja. Selain juga untuk lebih menguatkan dan memformulasikan fikiran tersebut dengan lebih baik dengan cara menuliskannya.
Rupanya niat/keinginan saya untuk membuat blog selama ini hanya menjadi salah satu "Wish List" saya yang bergabung dengan "wish list" lainnya yang tidak pernah menjadi wujud yang nyata di dunia nyata.
Saya baru sadar (setelah mengambil pelajaran dari sebuah kursus), bahwa saya selama ini belum bisa membedakan antara "wish lists" dengan intension. Intension yang dimaksud adalah niat yang kuat sehingga secara sadar melakukan effort yang nyata dengan mengerahkan sumber daya yang dimiliki, baik berupa waktu, tenaga, pikiran, dana yang diperlukan untuk membuat sesuatu menjadi kenyataan. Jadi intinya keinginan saya adalah ingin membuat blog akan tetapi yang saya lakukan sehari-hari adalah hal-hal yang tidak membuat hal itu terwujud. Pelajaran pertama saya: bedakan antara “wish list” (keinginan belaka) dengan intension.
Keinginan yang hinggap di benak bisa diibaratkan seperti ombak yang datang silih berganti menghampiri pantai. Ombak tersebut bisa dilewatkan begitu saja dan kemudian datang kembali ombak berikutnya. Atau ombak pertama yang datang tersebut bisa kita naiki (surfing) kemudian kita bisa kembali bersiap-siap untuk kembali menaiki ombak berikutnya. Usaha & kesadaran untuk menaiki/memanfaatkan ombak itulah yang disebut dengan intension.
Hal kedua yang saya pelajari tentang intension adalah saya harus benar-benar clear pada hal yang menjadi intension saya. Dalam kasus saya ini misalkan, saya sebelumnya agak bias apakah blog yang dibuat itu untuk sarana ekpresi diri, atau sarana curhat, atau untuk mendokumentasikan ide-ide dan sarana sharing seperti yang saya ungkap di paragraph pertama. Baru begitu saya clear pada hal yang terakhir, jalannya jadi lebih terang.
Pertanyaan yang lain, apakah sebelumnya saya belum pernah melakukan satu usahapun untuk membuat keinginan memiliki blog menjadi kenyataan? Ternyata saya sudah pernah melakukan beberapa ‘usaha’ untuk itu, yaitu: membuat design kategori blog & membuat account blog (hehe nice try my fren :D).
Jadi sebenarnya saya sudah melakukan usaha, akan tetapi ternyata hal itu tidak cukup. Jadi pelajaran ketiga yang bisa saya ambil: intension itu harus tetap dijaga dan dihidupkan cukup lama sampai keinginan tersebut menjadi kenyatan.
Sekian dulu posting perdana ini, jangan terlalu lama nge-blog banyak intension lain yang perlu dijaga & dihidupkan hehhe. Next post (that cross my mind like another wave that coming): How to deal with a lot of different intention? Do’akan mudah2an bisa punya intension untuk posting berikutnya. Hehehe…
“Wa allaysa lil insaani illaa maa sa’aa. Wa anna sa’yuhuu sawfa yuroo. Tsumma yujhaaul jazaa al-awfa. Wa anna ilaa Robbika muntahaa…”
“dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna. dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu)” (Al-Qur’an Surat An-Najm: 39-42)
Alhamdulillah, setelah bertahun-tahun niat untuk membuat blog, akhirnya niat tsb kesampaian juga saat ini. Mas Nukman yang sangat concern dengan per-blog-an sempat menagih niat saya. Blog ini saya niatkan untuk mengarsipkan tulisan-tulisan saya yang selama ini hanya berserakan di beberapa milis yang saya ikut atau juga untuk mendokumentasikan fikiran-fikiran saya yang saya anggap cukup berharga (setidaknya untuk konsumsi saya pribadi) yang insya Allah bermanfaat di waktu mendatang, yang bila tidak ditulis kemungkinan besar akan menguap begitu saja. Selain juga untuk lebih menguatkan dan memformulasikan fikiran tersebut dengan lebih baik dengan cara menuliskannya.
Rupanya niat/keinginan saya untuk membuat blog selama ini hanya menjadi salah satu "Wish List" saya yang bergabung dengan "wish list" lainnya yang tidak pernah menjadi wujud yang nyata di dunia nyata.
Saya baru sadar (setelah mengambil pelajaran dari sebuah kursus), bahwa saya selama ini belum bisa membedakan antara "wish lists" dengan intension. Intension yang dimaksud adalah niat yang kuat sehingga secara sadar melakukan effort yang nyata dengan mengerahkan sumber daya yang dimiliki, baik berupa waktu, tenaga, pikiran, dana yang diperlukan untuk membuat sesuatu menjadi kenyataan. Jadi intinya keinginan saya adalah ingin membuat blog akan tetapi yang saya lakukan sehari-hari adalah hal-hal yang tidak membuat hal itu terwujud. Pelajaran pertama saya: bedakan antara “wish list” (keinginan belaka) dengan intension.
Keinginan yang hinggap di benak bisa diibaratkan seperti ombak yang datang silih berganti menghampiri pantai. Ombak tersebut bisa dilewatkan begitu saja dan kemudian datang kembali ombak berikutnya. Atau ombak pertama yang datang tersebut bisa kita naiki (surfing) kemudian kita bisa kembali bersiap-siap untuk kembali menaiki ombak berikutnya. Usaha & kesadaran untuk menaiki/memanfaatkan ombak itulah yang disebut dengan intension.
Hal kedua yang saya pelajari tentang intension adalah saya harus benar-benar clear pada hal yang menjadi intension saya. Dalam kasus saya ini misalkan, saya sebelumnya agak bias apakah blog yang dibuat itu untuk sarana ekpresi diri, atau sarana curhat, atau untuk mendokumentasikan ide-ide dan sarana sharing seperti yang saya ungkap di paragraph pertama. Baru begitu saya clear pada hal yang terakhir, jalannya jadi lebih terang.
Pertanyaan yang lain, apakah sebelumnya saya belum pernah melakukan satu usahapun untuk membuat keinginan memiliki blog menjadi kenyataan? Ternyata saya sudah pernah melakukan beberapa ‘usaha’ untuk itu, yaitu: membuat design kategori blog & membuat account blog (hehe nice try my fren :D).
Jadi sebenarnya saya sudah melakukan usaha, akan tetapi ternyata hal itu tidak cukup. Jadi pelajaran ketiga yang bisa saya ambil: intension itu harus tetap dijaga dan dihidupkan cukup lama sampai keinginan tersebut menjadi kenyatan.
Sekian dulu posting perdana ini, jangan terlalu lama nge-blog banyak intension lain yang perlu dijaga & dihidupkan hehhe. Next post (that cross my mind like another wave that coming): How to deal with a lot of different intention? Do’akan mudah2an bisa punya intension untuk posting berikutnya. Hehehe…
“Wa allaysa lil insaani illaa maa sa’aa. Wa anna sa’yuhuu sawfa yuroo. Tsumma yujhaaul jazaa al-awfa. Wa anna ilaa Robbika muntahaa…”
“dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna. dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu)” (Al-Qur’an Surat An-Najm: 39-42)
Langgan:
Entri (Atom)








































